SISTEM INFORMASI
Berawal dari pengertian sistem yang mana sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dan informasi sendiri adalah data yang telah diproses hingga memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta ,atau suatu nilai yang bermanfaat.
Jadi sistem informasi dapat disimpulkan sebagai sitem yang saling terintegritas sehingga menghasilakan informasi yang bermamfaat bagi pengguna
Sistem Informasi (SI )adalah suatu kesatuan dari komponen-komponen yang terdiri dari manusia (People Resources), perangkat keras (Hardware Resources), piranti lunak Software Resources), jaringan komunikasi (Network Resources) dan sumber daya data (Data Resources) yang mengumpulkan, mentransformasi dan mendistribusikan informasi di dalam suatu organisasi untuk tujuan tertentu.
Keberhasilan suatu siatem informasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatannya tentu bergantung pada tiga faktor utama, yaitu
(1) keserasian dan mutu data,
(2) pengorganisasian data, dan
(3) tatacara penggunaannya.
Setiap sistem informasi menyajikan tiga cara pokok:
(1) pengumpulan dan pemasukan data,
(2) penyimpanan dan pengambilan kembali ( retrieval ) data
(3) penerapan data, yang dalam hal sistem informasi terkomputer termasuk penayangan (display) (Lynch, 1977).
Suatu sistem informasi terkomputer pada asasnya terdiri atas lima komponen yang menjadi sub-sistemnya yaitu
(1) pelambangan(encoding) data dan pemprosesan masukan,
(2) pengolahan data,
(3) pengambilan kembali data,
(4) pengolahan dan analisis data,
(5) penayangan data.
Fungsi sistem informasi antara lain :
v Mendukung strategi keunggulan kompetitif
Pencapaian keunggulan kompetitif di antara perusahaan Lain dan menempatkan perusahaan dalam posisi strategis
v Mendukung pengambilan keputusan
Sistem Informasi mendukung pengambilan keputusan yang tepat bagi suatu organisasi
v Mendukung proses bisnis dan aktivitas perusahaan
Kegiatan bisnis perusahaan sehari-hari, dalam aktivitasnya perusahaan menggunakan sistem informasi agar operasi bisnis perusahaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien
Berdasarkan fungsi utama di atas,Dalam mendukung operasi bisnis S.I dapat di kategorikan menjadi 3 yaitu :
I. Sistem Pendukung Operasi (Operations Support Systems)
Ø Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems)
Ø Sistem Pengaturan Proses (Proses Control Systems)
Ø Sistem Kolaborasi Perusahaan (Enterprise Collaboration Systems)
II. Sistem Pendukung Manajemen (Management Support Systems)
1. Sistem Informasi Manajemen (Management Information Systems)
Focus kepada : Informasi – bagi manajerial & danu user
2. Sistem Pendukung Keputusan / SPK (Decision Support Systems)
Menyediakan dukungan informasi interaktif bagi para manajer dalam proses pengambilan keputusan
Focus kepada : Keputusan – Interaktif
ð SPK menggunakan : Model-model analitik, Basis data khusus, Buah fikiran manajer sendiri, Proses modelling interaktif
3. Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information Systems)
adalah sistem informasi yang menyediakan informasi strategis untuk kebutuhan pimpinan puncak
Focus kepada : Informasi - bagi eksekutif
III. Sistem pendukung dalam bentuk lain SI :
· Sistem Pakar (Expert Systems)
· Knowledge Management Systems
· Business Information Systems
· Strategic Information Systems
Jadi peranan SI dalam organisasi yaitu :
Ø Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas
Ø Mengaitkan perencanaan, pengerjaan, & pengendali dalam sebuah subsistem
Ø Mengkoordinasikan subsistem-subsistem
Ø Mengintegrasikan subsistem-subsistem
Kemampuan Utama suatu Sistem Informasi yaitu :
ð Melaksanakan komputasi numerik,bervolume besar,& dengan kecepatan tinggi,
ð Menyediakan komunikasi dalam organisasi/antar organisasi yang murah, akurat &cepat
ð Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
ð Memungkinkan pengaksesan informasi secara Global dengan cepat & murah.
Dengan kemampuan tersebut akan Mendukung pendayagunaan informasi dan teknologi yang tepat untuk menunjang kegiatan bisnis yang sasaran utamanya mencakup :
1. Peningkatan produktivitas
2. Pengurangan biaya
3. Peningkatan pengambilan keputusan
4. Peningkatan layanan ke pelanggan
5. Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis yg baru
Peran strategis Sistem Informasi
n Inovasi :
– Customer order entry
– Online package tracking
n Mendorong pertumbuhan :
– Jaringan telekomunikasi global
– POS inventroy tracking
n Meningkatkan kualitas dan efisiensi
n Membentuk aliansi :
– Pengisian inveory secara otomatis oleh pemasok
– Electronic Data Interchange
– Online inventory management
n Membangun platform Teknologi Informasi
n Strategi lainnya
PERKEMBANGAN SI
a. Perlunya Pengembangan Sistem
Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena
beberapa hal :
1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
- Ketidakberesan sistem yang lama
- Ketidak beresan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
- Pertumbuhan organisasi
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
Rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.
Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah.
Oleh sebab itu sangat diperlukan perkembangan sistem informasi demi menunjang
1. Kinerja, yang dapat diukur dari throughput dan respon time. Throughput : jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan pada suatu saat tertentu Respon time : Rata-rata waktu tertunda di antara dua transaksi.
2. Kualitas informasi yang disajikan
3. Keuntungan (penurunan biaya). Berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan
4. Kontrol (pengendalian)
5. Efisiensi
6. Pelayanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar